.
KOPI CIBULAO

Menjadi sentra kopi di Bogor ‎merupakan cita-cita Kelompok Tani Berbasis Masyarakat (KTBM) di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara, Kabupaten Bogor.

Harapan tersebut bukanlah tanpa alasan.‎

Pasalnya kopi yang ditanam para petani di wilayah itu sangat bersaing dengan kopi dari daerah lainnya.

Bahkan kopi yang diberi nama Kopi Cibulao itu pernah menjadi juara dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia yang ke-8 tahun 2016 lalu.

Tidak hanya itu, Ketua KTBM Desa Tugu Utara, Jumpono mengatakan, Kopi Cibulao pernah dipesan oleh pecinta kopi dari Jerman dan Jepang.

Uniknya para kelompok tani ini bukan berawal dari bertani, melainkan berawal dari konservasi bersama Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Bogor.

"Kami di sini berangkat dari konservasi, kami menanam di bekas lahan longsor dengan tidak sengaja kami tanami kopi. Ternyata sekarang lahan itu sudah tidak berpotensi longsor lagi," kata Jumpono

Jumpono juga menjelaskan, Kopi Cibulao ini ditanam di tanah seluas 50 hektar.

Bahkan sampai saat ini masih ada lahan kosong yang belum ditanami kopi.‎

Kendati begitu, Pemkab Bogor pun menaruh perhatian pada Kelompok Petani yang Jumpono pimpin ini.

"Bu Bupati sekarang responnya udah bagus, dari desa, dari semua kalangan. Dan adanya pemerintah ke sini, mudah-mudahan cita-cita kami di lapangan sebagai petani, tahun 2024 bisa menjadi salah satu sentra kopi di Bogor," ujarnya semangat.

Bagi Anda yang ingin tertarik ingin mencicipi kopi ini, Anda hanya bisa mendapatkannya di Rumah Kopi Ranin Bogor di Jalan Kresna Raya, No. 46, Bogor Utara.

Harganya sekitar Rp 90 - 100 ribu per 1/4 kg.

Jumpono juga memberikan tips, saat diseduh, sebaiknya aduklah berlawanan dengan arah jarum jam karena akan memunculkan cita rasa yang berbeda.