.
 Pemkab Bogor Upayakan Kelola Lokasi Latihan Paralayang

Senyum mengembang terlihat di wajah Bupati Bogor Nurhayanti. Ini sebuah kado istimewa di HUT Kemerdekaan RI ke-70, putra daerah Bogor Dede Supratman berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional setelah berhasil menyabet juara dunia di Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (WPAC) ke-8 FAI 2015.

"Alhamdulillah, atas doa dan dukungan semua pihak Kabupaten Bogor telah melahirkan atlet paralayang kelas dunia melalui tangan Dede Supratman. Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada Dede yang sudah mengukir prestasi gemilang ini," kata Nurhayanti kepada INILAH, Senin (17/8/2015).

Yanti mengatakan, Pemkab saat ini sedang memikirkan bagaimana memberikan apresiasi kepada atlet yang sudah memberikan sumbangsih kepada daerah maupun negara. 

Salah satu bentuk keseriusan Pemkab Bogor untuk mengembangkan olahraga paralayang ini adalah dengan mengupayakan untuk bisa memiliki tempat pendaratan para atlet. Selama ini mereka masih mengandalkan area milik Perkebunan Gunung Mas.

"Kami terus mengomunikasikan agar pendaratan ini bisa dikelola oleh pemerintah daerah. Dengan cara ini, tidak saja memberikan ketenangan para atlet, tetapi juga bisa memperbaiki failitas di sekitarnya untuk bisa juga menjadi salah satu daya tarik objek wisata," jelas Yanti.

Sementara itu, perolehan emas Dede Supratman pun disambut antusias oleh tim nasional Indonesia. Karena sejak awal, atlet asal Bogor tersebut hanya berada di peringkat keempat dan kelima. Namun, jelang ronde terakhir Dede berhasil mencetak nilai nol.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bidang paralayang, Wahyu Yudha mengatakan, Indonesia meraih medali emas untuk kategori putra dan perunggu untuk kategori beregu.

"Kita bangga atas perolehan atlet Indonesia, terutama untuk yang putra. Kita berhasil memperoleh emas, dan ini kami persembahkan untuk kemerdekaan Indonesia, jadi bukan hanya kebanggaan prestasi tetapi untuk bangsa juga," kata Wahyu.

Medali emas disumbang oleh Dede Supratman, dengan perolehan nilai delapan. Pada posisi kedua ada pilot dari Slovenia, Matjaz Sluga dan diperingkat ketiga ada Tomas Lednik dari Republik Ceko.

Sementara itu untuk kategori putri medali emas diraih oleh Nunnapat Phuchong dari Thailand dengan nilai 11, disusul oleh Hye Joung Cho dari Korea Selatan dengan nilai 239 dan Jolanta Romanenka dari Lithuania dengan nilai 339.

Untuk kategori beregu, Indonesia sukses mengantongi medali perunggu di urutan ketiga dengan nilai 459, sedangkan medali emas diraih Thailand dengan nilai 201 dan Serbia di posisi kedua dengan nilai 297.